Single Blog Title

This is a single blog caption
11 Oct 2021

Mengenal Big Data : Definisi, Karakteristik, Penggunaan, dan Fungsi

//
Comments0

Pada era digital ini, Informasi adalah sebuah aset penting dalam mengambil keputusan. Saat kamu ingin membeli sebuah barang, ada kemungkinan kamu akan mencari ulasan terkait barang tersebut untuk memutuskan produk mana yang layak dibeli.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan informasi dan data yang tersedia untuk kepentingan pribadi. Dalam lingkup bisnis, jumlah informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan terbaik sangatlah besar. Kumpulan informasi dalam jumlah besar ini juga disebut Big Data.

Bagi kamu yang sedang Belajar Programming Java, Big Data bisa dijadikan salah satu bidang yang bisa kamu pelajari lebih lanjut.

Pengertian Big Data

Big data background in flat style Free Vector

Big Data adalah kumpulan data yang lebih besar dan lebih kompleks, terutama dari sumber data baru. Set data ini sangat banyak sehingga software pemrosesan data tradisional tidak dapat mengelolanya. Namun, sejumlah besar data ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah bisnis yang sebelumnya tidak dapat kamu tangani.

Salah satu penjelasan paling mudah dimengerti tentang data adalah pengumpulan dan penggunaan informasi dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih baik. Big data bisa dibilang sebagai sebuah konsep tentang kemampuan kita untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup besar yang datang setiap harinya.

Karakteristik Big Data

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Big Data memiliki hukum 3V, yaitu :

1. Volume

Ukuran data memang penting. Sesuai dengan namanya, kamu perlu memproses volume data yang cukup besar untuk data.

2. Velocity

Velocity yang dimaksud adalah kecepatan yang sangat cepat di mana data diterima dan (mungkin) langsung digunakan. Biasanya, kecepatan tertinggi aliran data langsung ke memori dibandingkan yang ditulis ke disk. Beberapa smart devices yang menggunakan internet beroperasi dalam waktu nyata atau mendekati waktu nyata dan akan memerlukan evaluasi dan tindakan secara real-time.

3. Variety

Variety adalah berbagai jenis data yang tersedia. Jenis data tradisional biasanya lebih terstruktur. Dengan semakin berkembangnya data, ada juga data yang belum terstruktur. Data yang belum terstrukur atau semi terstruktur seperti text, audio, dan video memerlukan waktu untuk diproses agar kamu bisa tahu arti dari data-data ini.

4. Value

Value adalah nilai atau makna sebuah data setelah melalui proses pengolahan. Sebuah data set akan dianggap bernilai jika informasi yang diperoleh dari pengolahannya dapat membantu mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.

5. Veracity

Veracity atau kebenaran data adalah tingkat akurasi informasi yang diberikan oleh sebuah data set. Dengan tingkat kebenaran data yang baik, maka keputusan yang diambil dengan mengolah data tersebut akan memberikan hasil yang maksimal.

Sejarah Perkembangan Big Data

Sekitar tahun 2005, orang mulai menyadari bahwa ada banyak data yang dihasilkan pengguna melalui Facebook, YouTube, dan layanan online lainnya. Hadoop, sebuah open-source software untuk mengumpulkan dan menganalisa data dikembangkan pada tahun yang sama. NoSQL juga mulai mendapatkan popularitas selama ini.

Pengembangan software open-source untuk data, seperti Hadoop (dan yang terbaru, Spark) memiliki peran penting dalam pertumbuhan data karena mereka membuat data besar lebih mudah digunakan dan lebih murah untuk disimpan. Pada tahun-tahun sejak saat itu, volume data terus meningkat. Pengguna masih menghasilkan data dalam jumlah besar — ​​tetapi itu bukan hanya manusia yang melakukannya.

Dengan adanya Internet of Things (IoT), lebih banyak objek dan perangkat terhubung ke internet. Produsen pun melakukan pengumpulan data tentang pola penggunaan pelanggan dan kinerja produk. Munculnya machine learning juga telah menghasilkan lebih banyak data.

Penggunaan Big Data

Beberapa hal yang dianggap sebagai Big Data yaitu :

1. Penggunaan Internet

Kita semua terhubung dengan internet setiap harinya. kamu pasti sering menggunakan Google untuk mencari informasi kan? Nah, data-data hasil pencarian kamu juga merupakan data yang disimpan Google.

2. Penggunaan Smartphone

Saat ini hampir semua orang sudah punya smartphone atau tablet. Smartphone kamu sebenarnya memiliki jumlah data yang sangat besar. Mereka menyimpan record telfon dan sms kamu. Selain itu, aplikasi-aplikasi handphone kamu juga tentunya mengumpulkan data untuk keperluan bisnis mereka. Aplikasi GPS seperti Google Maps atau Waze tentunya juga mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan lokasi kamu.

3. Media Sosial

Media sosial tentunya sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Update-an photo dan status yang kita upload ke social media kita adalah bagian dari data. Setiap harinya ada lebih dari 400 juta tweets yang dikirim ke Twitter dan 72 jam video YouTube diupload setiap menitnya.

4. Digitalisasi Media

Sebelum maraknya internet, kamu mungkin menggunakan CD dan DVD untuk mendengarkan musik dan menonton video. Dengan begitu, kamu tidak meninggalkan jejak digital.

Saat ini, kamu melakukan hal-hal ini melalui website dan aplikasi streaming seperti Netflix dan Spotify. Tentunya Netflix dan Spotify mencatat apa saja yang kamu dengarkan dan tonton agar mereka memiliki data yang bisa mereka gunakan untuk meningkatkan layanan mereka.

Begitu juga dengan buku. Dulu mungkin kamu hanya membaca buku dalam bentuk fisik. Sekarang sudah ada layanan seperti Kindle yang memungkinkan kamu untuk membaca eBook. Amazon juga pasti mencatat buku apa saja yang kamu baca agar mereka bisa merekomendasikan buku yang sesuai dengan apa yang kamu baca.

5. Smart Devices

Jika kamu berkunjung ke toko elektronik, kamu mungkin sering melihat kalau sekarang sudah banyak peralatan rumah yang dimulai dengan kata “Smart”. Ada smart TV, smart fridges (Kulkas), bahkan smart car atau mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa pengemudi.

Konsep smart appliances sendiri adalah semua peralatan kamu di rumah ini terhubung satu sama lain dan kamu dapat mengaturnya dari satu alat – misalnya smartphone kamu. Semua ini merupakan bagian dari teknologi terbaru, Internet of Things.

Nah, semua data dari smart devices kamu, seperti misalnya temperatur dan konsumsi daya di rumah kamu juga akan dikumpulkan agar produsen bisa memperbaiki layanannya dan menawarkan teknologi mutakhir untuk kamu.

Eric Schidmt dari Google mengatakan bahwa sampai dengan tahun 2003, manusia menghasilkan 5 exabytes data. Sekarang, manusia menghasilkan 5 exabytes data setiap dua hari dan ini diperkirakan akan terus bertambah.

Fungsi Big Data untuk Perkembangan Bisnis

Berikut beberapa manfaat Big Data dalam Dunia Bisnis :

Costumer Relationship Management (CRM)

kamu mungkin sudah melakukan beberapa usaha CRM untuk menjaga hubungan dengan customer bisnis kamu. Ada beberapa tool diluar sana seperti Zoho atau Bitrix24 yang bisa membantu kamu mengelola kegiatan CRM kamu. Dengan tools ini kamu juga bisa mengumpulkan dan menggunakan data dengan lebih mudah dan efisien.

Kebanyakan layanan CRM biasanya bersifat online dan membantu kamu untuk melacak penjualan, leads, dan conversion rates. Selain itu, kamu juga bisa melacak complain dari customer, sejarah pembelian customer, jenis-jenis customer, dan informasi yang lebih spesifik tentang customer kamu.

Customer Relationship Management adalah salah satu hal paling penting dalam bisnis kamu karena ini bisa membantu meningkatkan sales dan membantu kamu mengelola marketing dan operasional kamu dengan lebih mudah agar kebutuhan customer terpenuhi. 

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Saat ini, data digunakan di berbagai elemen bisnis. Di call center, sistem CRM yang disertai dengan analytics dapat meninjau beberapa sumber data secara langsung untuk menyarankan penawaran yang dapat diberikan perwakilan kepada pelanggan.

Di kantor dokter, analitik yang diintegrasikan ke dalam aplikasi pemeliharaan kesehatan dapat meningkatkan hasil dengan menghadirkan dokter dengan saran yang diinformasikan dan langkah selanjutnya yang perlu dipertimbangkan dalam merawat pasien.

Meningkatkan UX untuk Pengguna Mobile

Tentunya penggunaan smartphone membuat semuanya menjadi lebih cepat. Dengan kemampuan pengambilan keputusan dan kecerdasan langsung di smartphone kamu, kamu akan dapat menerapkan proses bisnis baru yang akan mengubah cara bisnis dilakukan. Karena dunia berubah dengan cepat, informasi juga merupakan hal yang cepat berubah. Smartphone memungkinkan pengumpulan data secara real time dan memberikan insights.

Misalnya, perusahaan pengiriman dengan truk di lapangan dapat meningkatkan operasionalnya dengan menggunakan tools yang dapat mengantisipasi kondisi lalu lintas di sepanjang rute tertentu pada waktu tertentu atau membuat rute baru jika ada informasi tentang kecelakaan yang baru saja terjadi atau informasi yang dimasukkan oleh pengemudi.

Mendorong Inovasi

Big Data dapat membantu kamu berinovasi dengan mempelajari hubungan antara manusia, lembaga, entitas, dan proses dan kemudian menentukan cara baru untuk menggunakan pengetahuan baru tersebut. kamu bisa menggunakan data insight untuk meningkatkan keputusan tentang pertimbangan keuangan dan perencanaan.

Perhatikan tren dan apa yang pelanggan inginkan pada produk dan layanan baru. Perusahaan besar seperti Netflix dan Procter & Gamble menggunakan data untuk mengantisipasi keinginan customer. Mereka menggunakan data dengan melihat bagaimana customer mereka menggunakan produk mereka.

Leave a Reply

×

Konsultasikan dengan kami

Kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pelatihan kami

× Ada pertanyaan?