Single Blog Title

This is a single blog caption
8 Oct 2021

Mobile Development : Pengertian, Tujuan dan Fungsi, Cara Kerja, Jenis , Macam – macam Platform

//
Comments0

Pengertian Mobile Development

Mobile Development adalah segala jenis praktik pengembangan untuk semua tipe perangkat seluler. Berdasarkan sumber dari Situs Amazon, Mobile Device Application Development (Programming) adalah Proses pembuatan Aplikasi perangkat lunak yang berjalan di perangkat seluler, dan aplikasi seluler biasa menggunakan koneksi jaringan untuk bekerja dengan sumber daya komputasi jarak jauh (remote).

Oleh karena itu, proses pengembangan seluler (Mobile Development) melibatkan pembuatan bundel perangkat lunak yang dapat diinstal (kode, biner, aset, dan lain sebagainya) serta mengimplementasikan service (layanan) Back-End seperti akses data dengan API, dan menguji aplikasi pada perangkat targetnya. Bagi kamu yang sedang Belajar Programming, Mobile Development bisa dijadikan pilihan untu berkarir dibidang IT.

Tujuan dan Fungsi Mobile Development

Mobile application design illustrator creativity concept Free Photo

Di Era Smartphone seperti saat ini, orang-orang sering membawa perangkat portabel ke mana-mana.

Disana mereka juga bergantung pada perangkat itu serta meletakkan banyak informasi kehidupan sehari-hari mereka, seperti janji temu atau daftar belanjaan di dalamnya.

Baik itu ponsel atau tablet, kamu akan selalu menemukan Mobile Application (aplikasi seluler) di dalamnya.

Tujuan utamanya sendiri yaitu untuk membantu seseorang mengatur jadwal, meningkatkan produktivitas, atau menghibur mereka.

Itu semua dapat dilakukan berkat ada dan berperannya fungsi divisi pengembangan perangkat lunak atau pengembangan seluler atau Mobile Development.

Ini memungkinkan untuk membuat aplikasi tertentu agar sesuai dengan keiniginan kita. Ada beberapa jenisnya, serta platform tempat aplikasi beroperasi. Ditentukan oleh kebutuhan audiens target dan karakteristik aplikasi, kamu bisa memilih teknik terbaik untuk produk kamu.

Cara Kerja Mobile Development

proses pengembangan aplikasi pada dasarnya memiliki bekerja dengan 6 (enam) langkah utama.

Betul, memecah proyek menjadi langkah-langkah sederhana ini pastinya juga akan membantu kamu mengembangkan aplikasi dan melakukan Mobile Device Programming dengan cepat serta efisien.

Di bawah ini merupakan 6 langkah utama dalam Mobile Development atau ketika menerapkan praktik Mobile Device Programming yang harus kamu ketahui :

1. Ide

Saat melakukan brainstorming ide aplikasi, lakukan penelitian untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang hal itu, sebagai contoh misalnya seperti masalah apa yang diselesaikan aplikasi ini ? Siapa target audiensnya ? Mengapa fitur ini penting serta apakah pesaing kamu juga memiliki aplikasi serupa.

2. Desain

Selanjutnya kamu akan mendesain antarmuka pengguna atau User Interface (UI) dan pengalaman pengguna atau User Experience (UX) untuk menavigasi pengguna melalui aplikasi sehingga membuatnya mudah digunakan.

3. Pengembangan (Development)

Selama tahap ini kamu akan menulis kode untuk aplikasi kamu, mengembangkan kode dan memulai pengujian pendahuluan. Perlu kamu ketahui bahwa tahapan ini lebih dikenal dengan proses Mobile Device Programming.

4. Pengujian ( Testing )

Dengan menguji aplikasi , Kamu akan menentukan kualitasnya, malfungsi apa yang terjadi, serta bagian dan fitur apa saja yang dapat ditingkatkan.

5. Peluncuran ( Launching )

Setelah aplikasi kamu bebas bug dan siap digunakan, Kamu dapat memublikasikannya di pasar seperti Apple App Store dan Google Play.

6. Pemasaran ( Marketing )

Setelah semua langkah dalam cara kerja Mobile Development di atas dilalui, selanjutnya buatlah strategi pemasaran agar pengguna dapat mengunduh atau download aplikasi kamu dan memberikan masukan tentang cara meningkatkan interaksi pengguna yang ada.

Jenis Mobile App Development

Untuk lebih memahami tentang apa itu arti Mobile Development, dalam postingan kali ini juga akan menjelaskan terkait apa saja jenis tipe Mobile Apps (Application) Development atau Programming-nya.

Seperti perangkat lunak Desktop, Aplikasi Seluler juga dirancang menggunakan berbagai bahasa pemrograman dan berbagai macam tipe Framework .

Sementara sistem operasi paling populer terutama di zaman sekarang seperti iOS dan Android yang telah melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik dalam menstandarisasi jenis pengembangan aplikasi seluler yang tersedia untuk pemrogram, perlu diketahui juga bahwa aplikasinya masih dapat bervariasi.

Di bawah ini adalah jenis-jenis Mobile Apps (Application) Development atau Programming yang harus kamu ketahui.

1. Native Apps

Tipe ini adalah aplikasi yang dibuat untuk platform tertentu (iOS atau Android) dengan menggunakan alat pengembangan perangkat lunak dan bahasa yang didukung oleh sistem operasi tersebut.

Sebagai contoh, misalnya seperti iOS menggunakan Xcode dan Objective-C, sedangkan Android menggunakan Eclipse dan Java.

2. HTML5 Apps

Berdasarkan standar teknologi web yang hampir universal, jenis Mobile Development berikutnya yaitu HTML5 yang diperkuat dengan teknologi web JavaScript dan CSS.

Jenis aplikasi seluler ini menggunakan pendekatan tulis sekali dan kemudian pergi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Write One and Run Anywhere (WORA).

Aplikasi yang dikembangkan dalam kerangka atau struktur ini kompatibel dengan banyak platform dan hanya memerlukan sedikit perubahan untuk memastikan fungsionalitas lengkap di setiap sistem operasi.

3. Hybrid Apps

Aplikasi tipe hibrida atau hybrid apps ini memerlukan pembuatan Container yang dikembangkan dalam sistem asli (native), dimana itu memungkinkan Mobile Development dengan menyematkan atau melakukan Embedding aplikasi HTML5 di dalamnya.

Aplikasi hibrid pada dasarnya memungkinkan aplikasi untuk menggunakan elemen yang beragam dan unik dari setiap sistem asli atau native-nya.

4. Cross – Platform Application

Apps atau Application jenis lintas platform ini dapat ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman dan kerangka kerja yang berbeda, tetapi dikompilasi menjadi aplikasi asli yang berjalan langsung di sistem operasi perangkat.

5. Progressive Web Apps

Jenis ini menawarkan pendekatan alternatif untuk pengembangan aplikasi seluler tradisional dengan melewatkan (tanpa menggunakan) App Store atau Play Store serta penginstalan aplikasi.

PWA adalah aplikasi web yang memanfaatkan sekumpulan kemampuan browser, dimana mereka seperti bekerja secara offline, menjalankan proses latar belakang, dan menambahkan tautan ke layar beranda perangkat.

PWA dapat memberikan pengalaman pengguna kemampuan seperti aplikasi sungguhan yang bisa disebut denga istilah “app like”.

Macam Platform Mobile Device Development

Berikut beberapa macam platform Mobile Development yang harus kamu ketahui.

1. iOs

Platform ini bisa dibilang “pemain besar” dalam hal pengembangan seluler (mobile).

Merekalah yang membawa pengembangan seluler ke zaman modern dengan sepenuhnya mengubah gagasan perangkat seluler dan perangkat lunak seluler.

iOS, tentu saja, dikembangkan oleh Apple, dan berjalan secara eksklusif atau khusus pada produk Apple.

iOS pada intinya sangat mirip dengan Unix, dan itu didasarkan pada BSD dan OS X.

Aplikasi iOS biasanya dibuat menggunakan Objective-C atau bahasa pemrograman yang sekarang lebih populer untuk platform tersebut adalah Swift.

2. Android

Android adalah pemain dominan lainnya di ruang Mobile Device Programming.

Android terbilang sedikit lebih lambat dari dunia pengembangan seluler, mereka pertama kali dirilis pada bulan september tahun 2008, dimana itu hampir setahun lebih lambat dari iOS, namun masih berhasil mendapatkan pangsa pasar seluler yang cukup besar.

Secara teknis, Android adalah OS seluler dengan pangsa pasar terbesar dan paling dominan, dengan bobot sekitar 80% (persen) dibandingkan dengan pangsa iOS yang besarnya 18% (persen).

Memang, sekilas, angka-angka tersebut terlihat agak menipu karena Android adalah pasar yang terfragmentasi, dimana mereka terdiri dari banyak Device (perangkat) berbeda yang dibuat oleh produsen berbeda serta juga menjalankan versi sistem operasi Android yang berbeda.

Android, didukung oleh Google sendiri dan itu adalah sumber terbuka (open source), tidak seperti iOS.

Siapa pun dapat membuat perangkat Android, dan mereka juga dapat dirancang untuk berjalan di berbagai platform perangkat keras yang berbeda serta perangkat dengan faktor bentuk dan kemampuan yang sangat berbeda.

Sedangkan untuk iOS, mereka dirancang untuk berjalan, dan hanya berjalan di serangkaian perangkat Apple tertentu.

Platform pengembangan native (asli) untuk aplikasi OS Android adalah Java.

3. Others

Platform terakhir yang akan Kami jelaskan dalam postingan kali ini akan Kami sebut sebagai others atau lainnya.

Semua yang tersisa di pasar OS seluler memiliki pangsa pasar atau market share yang sangat sedikit, dan pastinya kurang dari 2% (persen) dari keseluruhan pasar.

Sisanya, dapat Kami katakan bahwa Windows dan Blackberry-lah mungkin yang terbesar, namun sebagian besar lainnya masih tetap tidak bisa bersaing.

Betul, pada dasarnya, jika kamu akan mengembangkan aplikasi seluler dan menjadi pengembang (Developer) aplikasi seluler (Mobile Apps), maka pilihlah salah satu antara iOS atau Android dalam praktik Mobile Development kalian.

Leave a Reply

×

Konsultasikan dengan kami

Kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pelatihan kami

× Ada pertanyaan?